Kebijakan Low Cost Green Car dalam Industri Otomotif Nasional
Abstract
Pemerintah Indonesia berupaya menciptakan kemandirian industri pada sektor otomotif dengan cara melakukan penguatan pada industri hulu dan hilir serta meningkatkan produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat (KBR4) dalam negeri. Salah satu kebijakan yang diimplementasikan oleh pemerintah melalui Kementerian Perindustrian adalah kebijakan kendaraan Low Cost Green Car. Adapun kebijakan ini diharapkan mampu mencapai tujuan kemandirian industri yang dimaksud guna mengurangi laju impor, baik untuk KBR4-nya maupun komponennya. Penelitian dilakukan dengan melihat hubungan antara kebijakan LCGC dengan impor KBR4 dan komponennya dengan menggunakan metode ekonometrika Ordinary Least Square (OLS). Hasilnya didapatkan bahwa pada impor KBR4, penjualan LCGC memberikan pengaruh dalam penurunan nilai impor. Sementara itu, penjualan LCGC tidak memberikan pengaruh terhadap impor komponen KBR4.
References
BPS. (2019). Data olahan kurs. Badan Pusat Statistik.
Fridstrøm, L., & Østli, V. (2017). The vehicle purchase tax as a climate policy instrument. Transportation Research Part A: Policy and Practice, 96, 168-189. doi: https://doi.org/10.1016/j.tra.2016.12.011.
Gaikindo. (2019). Data olahan penjualan kendaraan bermotor roda empat jenis LCGC. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia.
Gujarati, D. N. (2004). Basic econometrics (4th Edition). McGraw-Hill.
Hutabarat, R. (1996). Transaksi ekspor impor. Erlangga.
Kementerian Perdagangan. (2015). Laporan analisis kebijakan impor produk tertentu. Pusat Kebijakan Perdagangan Luar Negeri - Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan - Kementerian Perdagangan. http://bppp.kemendag.go.id/media content/2017/08/Analisis Kebijakan Impor Produk Tertentu.pdf.
Kementerian Perindustrian. (2013, July 13). Menperin keluarkan peraturan mobil LCGC. Siaran Pers. https://www.kemenperin.go.id/artikel/6775/Menperin-Keluarkan-Peraturan-Mobil-LCGC.
Kementerian Perindustrian. (2016). Implementasi program pengembangan produksi kendaraan bermotor roda empat hemat energi dan harga terjangkau. Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian.
Kementerian Perindustrian. (2019). Data olahan impor KBR4 dan impor komponen. Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian.
Natsuda, K., Otsuka, K., & Thoburn, J. (2015). Dawn of industrialisation? The Indonesian automotive industry. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 51(1), 47-68.
OECD. (2014). Consumption tax trends 2014: VAT/GST and excise rates, trends and policy issues. OECD Publishing. doi: https://doi.org/10.1787/ctt-2014-en.
Sanjaya, K. K., & Indriani, M. T. D. (2014). Customers motivation to purchase low cost green car in Indonesia. Journal of Business and Management, 3(6), 646-655.
Saisirirat, P., & Chollacoop, N. (2017). A scenario analysis of road transport sector: the impacts of recent energy efficiency policies. Energy Procedia, 138, 1004-1010. doi: https://doi.org/10.1016/j.egypro.2017.10.115.
Shoim, A., & Lubis, A. F. (2014). Pengaruh pemberlakuan kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara wajib terhadap impor dan produksi dalam negeri pada produk besi beton. Jurnal Kebijakan Ekonomi, 10(1), 51-77.
Thomakos, D. D., & Ulubas¸o˘ glu, M. A. (2002). The impact of trade liberatization on import demand. Journal of Economic and Social Research, 4(1), 1-26.
Ulbrich, H. H., & Warner, M. L. (1990). Managerial economics. Barrons Educational Series Inc.
Yan, S., & Eskeland, G. S. (2018). Greening the vehicle fleet: Norway’s CO2- Differentiated registration tax. Journal of Environmental Economics and Management, 91, 247-262. doi: https://doi.org/10.1016/j.jeem.2018.08.018.



